Memulai Hari Baru
September, 30, 2025 Resmi resign dari Arruzz Media Publishing. Kantor pertama sekaligus terakhir. Sepuluh tahun pengabdian, sudah cukup. Pengalaman demi pengalaman sudah kudapatkan. Keputusan resign sebenarnya sudah lama. Sudah pula dipikirkan secara matang. Selain aku merasa burnout setiap harinya, aku berpikir bahwa Diptyan perlu pendampingan emosional yang konsisten. Ya, sejak di KB, dia belum mau memakai seragam karena alasan geli di tengkuk. Menurutku masalah ini harus segera diatasi mengingat seragam adalah baju wajib ketika sekolah. Aku tidak sanggup jika setiap pagi aku harus berdebat dengannya dan berakhir dengan stres. Belum lagi perpisahan di sekolah yang juga sungguh menguras emosi kami karena Diptyan menangis. Stres pun terbawa sampai kantor. Kondisi batin ibu dan anak, bahkan bapaknya pun ikut buruk. Padahal seharusnya kita memulai hari dengan kondisi batin yang menyenangkan. Selain soal seragam, aku ingin Diptyan menjadi anak yang percaya diri dan mandiri. Da...

