Memulai Hari Baru

 

September, 30, 2025

Resmi resign dari Arruzz Media Publishing. Kantor pertama sekaligus terakhir. Sepuluh tahun pengabdian, sudah cukup. Pengalaman demi pengalaman sudah kudapatkan. Keputusan resign sebenarnya sudah lama. Sudah pula dipikirkan secara matang. Selain aku merasa burnout setiap harinya, aku berpikir bahwa Diptyan perlu pendampingan emosional yang konsisten. Ya, sejak di KB, dia belum mau memakai seragam karena alasan geli di tengkuk. Menurutku masalah ini harus segera diatasi mengingat seragam adalah baju wajib ketika sekolah. Aku tidak sanggup jika setiap pagi aku harus berdebat dengannya dan berakhir dengan stres. Belum lagi perpisahan di sekolah yang juga sungguh menguras emosi kami karena Diptyan menangis. Stres pun terbawa sampai kantor. Kondisi batin ibu dan anak, bahkan bapaknya pun ikut buruk. Padahal seharusnya kita memulai hari dengan kondisi batin yang menyenangkan.

Selain soal seragam, aku ingin Diptyan menjadi anak yang percaya diri dan mandiri. Dan hal tersebut susah terwujud jika, setiap harinya dia lebih sering bersama bapaknya. Bukan, bukan aku mengecilkan peran bapaknya. Bapaknya adalah tipe orang tua yang act of service. Ketidaktegaannya terhadap anak justru menghambat perkembangan anak. Tapi, aku tahu, bapaknya pun juga belajar. Belajar mengendalikan dirinya untuk membiarkan anak melakukan apa yang seharusnya bisa dia lakukan sendiri.

Alhamdulillah, seminggu setelah aku resign, pagi hari terasa sungguh menyenangkan. Meskipun masih ada perdebatan, tetapi tidak sebrutal dahulu. Perlahan tapi pasti. Dulu, ketika sampai sekolah, harus menangis dulu karena perpisahan. Namun, sekarang, dia sudah bisa dilepas dengan kelegaan, bahkan dia sudah bisa tersenyum ketika salam perpisahan. Hal ini adalah hadiah terindah bagiku, bagi seorang ibu. Aku sadar, dia butuh aku untuk merasa aman.

Kutanya juga bapaknya, ternyata dia juga lebih maksimal dan konsentrasi saat bekerja. Aku? Aku tetap bekerja, menulis, mengedit, dan lebih banyak waktu belajar apa saja yang aku ingin. Aku masih berusaha menghilangkan rasa “takut mencoba”.

Bismillah memulai sesuatu yang baru.


Komentar

Postingan Populer